Image of Pantjasila Manipol Usdek: Sebagai Dasar Pentafsiran Sedjarah

Text

Pantjasila Manipol Usdek: Sebagai Dasar Pentafsiran Sedjarah



Pantjasila Manipol Usdek: Sebagai Dasar Pentafsiran Sedjarah adalah sebuah pemikiran dan karya tulis dari R.M. Sutjipto Wirjosuparto pada tahun 1962 yang menempatkan Manipol-USDEK sebagai kerangka ideologis utama dalam menafsirkan sejarah Indonesia. Konsep ini menegaskan bahwa sejarah nasional harus dilihat melalui kacamata revolusi dan ideologi politik Soekarno pada masa Demokrasi Terpimpin. 
Berikut adalah poin-poin penting mengenai konsep tersebut:
Definisi Konsep: Manipol-USDEK merupakan singkatan dari Manifesto Politik (berdasarkan pidato "Penemuan Kembali Revolusi Kita" 17 Agustus 1959) dan lima intisarinya: UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia.
Fungsi dalam Sejarah: Sutjipto Wirjosuparto menggunakan kerangka ini untuk menafsirkan peristiwa sejarah masa lalu agar sejalan dengan arah revolusi Indonesia yang bertujuan mengikis kolonialisme dan membangun sosialisme ala Indonesia.
Konteks Politik (1962): Pemikiran ini muncul saat Manipol-USDEK ditetapkan sebagai Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) oleh MPRS, sehingga menjadi kewajiban untuk diterapkan dalam pendidikan dan penulisan sejarah.
Tujuan: Pendekatan ini bertujuan untuk menyatukan pandangan bangsa tentang sejarah Indonesia yang berpusat pada kepribadian bangsa dan semangat anti-kolonial. 


Ketersediaan

I27431-C1I27431My LibraryTersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
I27431
Penerbit Djambatan : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
14 x 21,5 cm / 40 pg
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
320.5 / WIR / p
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini