Image of Bebas Dari Ketakutan

Text

Bebas Dari Ketakutan



Berjuang tanpa menggunakan kekerasan, Aung San Suu Kyi mengotaki apa yang disebutnya sebagai "kemerdekaan Myanmar II", setelah ayahnya, Aung San, memelopori "kemerdekaan Myanmar I". Akibatnya, aktivis hak-hak asasi manusia dan pemimpin Liga Nasional Demokrasi Myanmar ini dikenakan tahanan rumah oleh junta militer pada 1989, menyusul perlawanan spontan terhadap penindasan politik yang telah membungkam rakyat negeri itu selama hampir 30 tahun. Ia menjadi tahanan karena hati nurani, terpisah dari keluarga maupun kawan. Sungguhpun partainya memperoleh kemenangan besar dalam pemilu Mei 1990, namun kaum militer menolak membebaskannya atau menyerahkan kekuasaan sesuai dengan janji semula.
Kumpulan karangan ini - disunting oleh suaminya Michael Aris - mencerminkan keyakinan, harapan, dan kecemasan Aung San Suu Kyi terhadap nasib bangsanya. Meliputi sebuah ulasan tentang ayahnya dengan beberapa esai mengenai warisan budaya negerinya, buku ini menampilkan sejumlah esai, pidato, surat, dan wawancara terpilih yang bertalian dengan keterlibatan Aung San Suu Kyi dalam perjuangan demokrasi.
Berkat perjuangannya ia dianugerahi hadiah Sakharov untuk Kemerdekaan Berpikir pada 1990 dan hadiah Nobel Perdamaian pada 1991.


Ketersediaan

I35599-C1I35599My LibraryTersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
I35599
Penerbit Pustaka Utama Grafiti PT. : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
13 x 19 cm / 462 pg
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9794442607
Klasifikasi
959.1 / KYI / b
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini