Image of Etika Praktis Berdasarkan Sepuluh Perintah Allah

Text

Etika Praktis Berdasarkan Sepuluh Perintah Allah



Di dunia ini ada banyak peraturan dan tata-tertib yang tak terbilang banyaknya. Tetapi ada tata-tertib, yang mau tak mau, harus kita lalui dan tidak bisa kita hindari, yaitu tata-tertib alam semesta atau Hukum Alam. Hukum Alam ini adalah rumus yang tidak bisa berubah: mau tidak mau harus demikian. Manusia hanya tinggal mengikuti. Kalau tidak akan kacau dan tidak selamat. Contohnya: Hukum pergantian musim, pergantian hari, gerak planet, peredaran darah dan fungsi-fungsi organ tubuh manusia. Semua itu sudah berjalan begitu rupa.
Pada alam yang tidak kelihatan pun terdapat hukum atau tata tertib yang tidak kelihatan (tertib rohani), yaitu Hukum Kodrat. Hukum Kodrat ini melekat erat pada manusia dan disebut Suara Hati. Fungsinya: mengarahkan manusia untuk selalu berbuat baik. Dan seperti Hukum Alam, kalau seseorang melanggarnya, ia merasa tidak tenang dan tidak bahagia.
Hukum Kodrat yang mulai dituliskan disebut Hukum Positif. Sepuluh Perintah Allah merupakan Hukum Positif yang pertama. Semula hanya ditujukan kepada bangsa Israel, tapi kemudian diangkat menjadi Hukum Internasional karena sifatnya
yang universal. Supaya mengerti Hukum yang singkat ini dengan baik, kita perlu mempelajari semangat/tujuan yang mendasarinya serta penerapannya pada masa kini.


Ketersediaan

I35524-C1I35524My LibraryTersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
I35524
Penerbit Andi Offset : Yogyakarta.,
Deskripsi Fisik
12 x 19 cm / 67 pg
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
222.16 / BUD / e
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini