<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14632">
 <titleInfo>
  <title>Aku Klik Maka Aku Ada:</title>
  <subTitle>Manusia Dalam Revolusi Digital</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hardiman, F. Budi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Kanisius</publisher>
  <dateIssued>2021</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>15 x 21 cm / 279 pg</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gawai yang kita pakai ternyata bisa juga memakai kita. Kita tidak hanya melihat, tapi juga dilihat, dan entah sadar atau tidak, kita mendefinisikan diri, orang lain, dan dunia lewat sirkulasi pesan di dalamnya. Komunikasi digital telah menjadi kondisi baru manusia. Selamat tinggal komunikasi konvensional, dan selamat datang dalam revolusi digital. Tidak ada desing peluru dan kucuran darah. Yang ada hanya bunyi 'klik'. Lewat suara yang hampir senyap dan cenderung diabaikan itu, dunia berubah lebih cepat daripada revolusi-revolusi sebelumnya. Di era digital ini filsafat perlu mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru.&#13;
&quot;Siapakah manusia di era digital?&quot;&#13;
&quot;Mengapa kebenaran bisa menjadi tidak benar ketika media sosial menjadi corong fanatisme dan kebencian?&quot;&#13;
&quot;Di mana keindahan, ketika karya seni diviralkan sebagai pesan?&quot;&#13;
&quot;Bagaimana bijak dan bajik di jagat digital?&quot;&#13;
Buku ini mengajak merenung untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu. Penulis mencerna ulang dan melibatkan pandangan beberapa filsuf untuk menghadapi realitas baru komunikasi digital. Tujuannya jelas, yaitu agar kita bersikap kritis dalam dunia digital.&#13;
Setelah membaca buku ini Anda akan memandang smartphone, PC, dan laptop Anda secara berbeda. Mereka bukan sekadar alat-alat, melainkan mewujudkan mode of being kita yang baru. Aku klik maka aku ada. Saat ini seolah tidak ada yang lebih pasti daripada itu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Kemanusiaan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Era Digital</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Revolusi Digital</topic>
 </subject>
 <classification>128.33  / HAR / a</classification>
 <identifier type="isbn">9789792170399</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Ordo Karmel Indonesia Indonesian Carmelite Order Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>I32270</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">I32270-C1</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>I32270</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>36.456..jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14632</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2011-02-14 10:09:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-23 09:32:33</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>