<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="21790">
 <titleInfo>
  <title>Kasih Allah Yang Mengubah:</title>
  <subTitle>Sebuah Perjalanan Formasi Berinspirasi Pada St. Teresia Dari Lisieux / Stef. Buyung Florianus (Editor); Dimensi Intelektual Para Karmelit: Sebuah Catatan Reflektif Kritis (65-112)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Decky, Teobald Kanisius</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Florianus, Steff. Buyung</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Maumere</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Titus Brandsma</publisher>
  <dateIssued>2014</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>176 p., 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Formasi kemanusiaan membawa kita untuk menjadi semakin manusiawi. Dengan menjadi semakin manusiawi, kita justru menjadi semakin ilahi. Bukankah Sang Sabda telah menjadi manusia supaya kita diilahikan? Formasi spiritual-karmelitana mengantar kita kepada pertumbuhan dan perkembangan hidup kerohanian dan kekarmelitan kita. Kita bertumbuh dalam iman, harap dan kasih menuju persatuan dengan Allah. Kita berjalan menuju transformasi dalam cinta. Kita lalu bangga menjadi Katolik, religius, dan Karmelit.&#13;
Lalu formasi intelektual menjadikan kita semakin intelektual. Formasi ini menolong kita untuk menghayati hidup dan menjalankan pelayanan dengan baik. Dengan kemampuan intelektual yang ada, kita bisa memiliki ketercukupan pengetahuan, kemampuan membuat refleksi, kesanggupan membuat program, evaluasi dan inovasi. Sedangkan formasi praktikal memersiapkan kita untuk menjalankan hal-hal praktis dengan lebih baik. Kita tidak hanya membutuhkan pemikiran atau gagasan, melainkan juga perbuatan atau tindakan sebagai perwujudan nyata dari apa yang dipikirkan.&#13;
Akhirnya, formasi pelayanan menuntun kita untuk menjadi pelayan-pelayan yang sungguh bermutu dalam kehidupan kita. Kita siap untuk menjalankan pelayanan seperti halnya Yesus sendiri. Dia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Spiritualitas</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Teresia dari Kanak-Kanak Yesus (Lisieux), O.C.D.</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Carmelitana</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Formasi Karmel</topic>
 </subject>
 <classification>Carmel, II No.506</classification>
 <identifier type="isbn">9791407444</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Ordo Karmel Indonesia Indonesian Carmelite Order Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>I21729</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">I21729-C1</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>I21729</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>30.83..jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>21790</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2011-02-14 10:09:58</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-23 09:18:54</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>