<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="206370">
 <titleInfo>
  <title>Wisanggeni:</title>
  <subTitle>Sang Penakluk Pandawa Lima</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Atiq, Ari Ghorir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wulandari, Indah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bantul</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Pustaka Jawi</publisher>
  <dateIssued>2017</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>14 x 20 cm / 311 pg</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tak banyak orang yang mengetahui keberadaan Wisanggeni. Keberadaannya juga tidak terdapat dalam kitab Mahabarata serta tak banyak pula yang mengangkat kisahnya. Melalui beberapa kisah tokoh yang terdapat dalam kehidupan Wisanggeni dapat kita pelajari dan terdapat serangkaian makna yang dapat mengilhami perjalanan hidup seorang manusia.&#13;
Bayi yang terlahir tidak seperti bayi pada umumnya, ia terlahir dari rahim seorang keturunan bangsa dewa juga seorang kesatria tanpa tanding. Ketika lahir api menyelimuti tubuhnya, perkembangannya pun begitu cepat. Dalam beberapa saat saja ia telah bisa merangkak, berjalan bahkan berlari. Ia nampak kebingungan dan tak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia terus berlarian hingga membakar apa saja yang berada di sekitarnya. Api terus meluas hingga membakar habis seluruh padepokan.&#13;
Setelah dewasa ia menjadi seorang kesatria yang berani memporak porandakan Negeri Kahyangan. Ia tidak pernah takut kepada siapa pun, ia hanya tunduk kepada sang ibu. Semarah apapun ia, akan menjadi seorang yang lemah di hadapan ibunya. Ia melakukan pengembaraan di atas muka bumi wayang untuk mencari keberadaan bapaknya. Antasena yang tak lain kakak sepupunya bocah tersebut, selalu menemani ke mana ia pergi. Dua orang kesatria yang memiliki kesaktian tak tertanding berjalan beriringan, mereka selalu berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. Selain banyak memiliki ilmu kanuragan yang tinggi, Antasena juga memiliki ilmu keutamaan yang bisa mengantarkannya menempuh jalan kematiannya sendiri.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Pertunjukan Wayang Kulit</topic>
 </subject>
 <classification>791.5 / ATI / w</classification>
 <identifier type="isbn">9786026673305</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Ordo Karmel Indonesia Indonesian Carmelite Order Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>I33842</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">I33842-C1</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>I33842</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>32.393..jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>206370</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-01-20 08:31:13</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-15 12:36:54</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>