<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="203312">
 <titleInfo>
  <title>Menjadi Garam Dunia Sejati</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dijkstra, Johannes</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Taryadi, Alfons</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lubis, L. Ludin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Yayasan Bhumiksara</publisher>
  <dateIssued>2006</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>14 x 20,5 cm / 204 pg</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Garam dunia itu tidak lain dari pada gerak Roh Yesus sendiri yang mendorong kita ke arah pengembangan Kerajaan Allah di dunia ini. Roh Tuhan tidak dapat tidak menyertai manusia yang diciptakan-Nya dalam kasih dan kuasa-Nya. Allah menghendaki semua manusia berbahagia di dunia ini dan di akhirat nanti. Dengan menggunakan kemampuan yang kita miliki, kita mencoba memikirkan, merencanakan dan menjalankan profesi kita dengan tujuan untuk mengembangkan Kerajaan Allah. Dengan menanggapi rencana Tuhan, kita ikut serta membangun Kerajaan-Nya di dunia ini: menjadi garam Tuhan di tengah-tengah masyarakat kita. Kerajaan Allah ada di antara kita dan terus berkembang sampai kepada kepenuhannya di akhir zaman.&#13;
Roh Tuhan bergerak secara istimewa di dalam diri setiap orang yang rela menjadi “garam”-Nya di tengah-tengah masyarakat. Manusia bergerak menuju Tuhan yang sudah bergerak menjumpai manusia. Dua gerakan itu tak pernah terpisah satu dengan yang lain, tetapi bergerak secara terpadu. Karena Allah bergerak menjumpai manusia, maka manusia dimampukan oleh Allah untuk bergerak menemui-Nya Allah memberikan kasih-Nya yang membebaskan, agar kita mampu dengan bebas mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi kita. Melalui jalan itu kita berkembang dalam proses menjadi citra Allah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Sikap Gereja Terhadap Masyarakat</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi Sosial dan Gereja</topic>
 </subject>
 <classification>261.1 / DIJ / m</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Ordo Karmel Indonesia Indonesian Carmelite Order Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>I17246</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">I17246-C1</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>I17246</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>30.68..jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>203312</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-07-29 11:15:27</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-07-29 09:01:29</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>