<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="199024">
 <titleInfo>
  <title>Linguistik Fenomenologis John Langshaw Austin:</title>
  <subTitle>Ketika Tuturan Berarti Tindakan</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wibowo, Wahyu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Bidik-Phronesis Publishing</publisher>
  <dateIssued>2011</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>14 x 21 cm / 138 pg</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Kepustakaan Filsafat Bahasa Bidik-Phronesis</title>
 </relatedItem>
 <note>Filsafat memang harus dibumikan. Inilah prinsip hakiki Filsafat Bahasa Biasa. Prinsip ini pula yang saya usung dalam mengajar mata kuliah Filsafat Bahasa, dan juga ketika menulis naskah ini, mengingat abad ke-21 dewasa ini kita hidup di Abad Bahasa; abad yang sudah meninggalkan pemahaman bahasa hanya dari segi teknisnya, seperti mempersoalkan bagaimana menggunakan titik dan koma.&#13;
Buku ini mendeskripsikan salah satu pemikiran Filsuf Filsafat Bahasa yang berasal dari Inggris John Langshaw Austin yang tertuang dalam bukunya yang fenomenal berjudul How to do Things with Words (1962). Pada buku inilah pemikiran Austin menemukan bentuk yang khas dan mempengaruhi perkembangan pelbagai aliran filsafat dan ilmu pengetahuan. Pemikirannya itu disebutnya sebagai Speech Acts (Tindak Tutur). Austin mempercayai bahwa unsur bahasa (what) sama pentingnya dengan dunia fenomena-fenomena (when).&#13;
Ungkapan ini oleh Austin dinamainya linguistic phenomenology (linguistik fenomenologis), yaitu suatu upaya untuk menjelaskan fenomena-fenomena melalui analisis bahasa. Ungkapan linguistik fenomenologis hanyalah sebutan yang digunakan oleh Austin untuk menunjukkan aktivitas analisis bahasanya. Teori Tindak Tutur yang diciptakannya itu salah satunya menjadi dasar bagi teori Tindak Tutur di dalam linguistik pragmatik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Fenomenologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat Bahasa</topic>
 </subject>
 <classification>121.68 / WIB / l</classification>
 <identifier type="isbn">9786029772719</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Ordo Karmel Indonesia Indonesian Carmelite Order Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>I00427</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">I00427-C1</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>I00427</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>23.690..jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>199024</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2013-04-26 11:58:07</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-19 09:25:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>