Detail Cantuman
Pencarian SpesifikText
Perubahan Kebijakan Terhadap Hsiung-Nu Pada Masa Pemerintahan Dinasti Han I (202 SM - 8 M)
Kebijakan Dinasti Han Barat (202 SM - 8 M) terhadap Xiongnu berubah dari pendekatan defensif-diplomatis (Heqin) menjadi ofensif-militer agresif, terutama di bawah Kaisar Wu. Transisi ini bertujuan mengatasi ancaman perbatasan dan menguasai jalur perdagangan, yang menghabiskan sumber daya negara namun memperluas wilayah pengaruh Han ke Asia Tengah.
Berikut adalah perubahan kebijakan utama selama kurun waktu tersebut:
Awal Dinasti Han (Heqin): Kaisar Gaozu dan penerusnya, karena sadar akan kelemahan militer setelah perang saudara, mengadopsi kebijakan Heqin (pernikahan damai/aliansi). Ini melibatkan pengiriman putri kekaisaran, hadiah sutra, dan makanan ke Xiongnu untuk mencegah serangan.
Era Kaisar Wu (Offensif): Kaisar Wu menghentikan Heqin dan melancarkan kampanye militer besar-besaran, yang didukung oleh peningkatan ekonomi dan militer. Kebijakan ini bertujuan melumpuhkan kekuatan Xiongnu dan memperluas wilayah ke barat
Perubahan Dampak: Kampanye mahal ini berhasil melemahkan Xiongnu, namun menguras kas negara dan menyebabkan beban pajak berat pada rakyat.
Akhir Dinasti Han Barat: Menjelang tahun 8 M, kebijakan bergeser kembali ke pendekatan yang lebih defensif dan diplomasi karena krisis internal, yang akhirnya memicu kejatuhan dinasti tersebut.
Ketersediaan
| I14909-C2 | I14909 | My Library | Tersedia |
| I14909-C1 | I14909 | My Library | Tersedia |
Informasi Detail
| Judul Seri |
Seri Laporan Penelitian - 2
|
|---|---|
| No. Panggil |
I14909
|
| Penerbit | Universitas Sanata Dharma : Yogyakarta., 1995 |
| Deskripsi Fisik |
16 x 21 cm / 40 pg
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9798927052
|
| Klasifikasi |
951 / PUR / p
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subjek | |
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






