<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="196675">
 <titleInfo>
  <title>Anger - Memadamkan Api Kemarahan Lewat Kearifan Buddhis</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hanh, Thich Nhat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nyanabhadra, Chan Phap Tu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Achen, Yusmiati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Translator</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Karaniya</publisher>
  <dateIssued>2010</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>14,5 x 21 cm / 228 pg</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemarahan adalah suatu bentuk mental, dan bentukan ini merupakan penyebab penderitaan. Kita berusaha sekuat tenaga untuk menyingkirkannya. Para psikolog menyukai ungkapan &quot;Mengeluarkannya dari sistim kita&quot;. Mereka menyarankan cara melampiaskan kemarahan, seperti memventilasi sebuah kamar yang penuh dengan asap. Beberapa psikolog menyatakan bahwa ketika energi kemarahan timbul di dalam dirimu, kamu harus mengeluarkannya dengan memukul bantal, menendang sesuatu, atau dengan pergi ke hutan untuk berteriak dan menjerit. Apakah benar demikian? &#13;
Thich Nhat Hanh mengupas bagaimana akar akar kemarahan di dalam dirimu yang menghasilkan kemarahan. Akar akar kemarahan berasal dari ketidak tahuan, persepsi keliru, kurangnya pengertian dan welas asih. Ketika kamu melampiaskan kemarahanmu, kamu hanya membuka energi yang memberi makan kepada kemarahanmu. Akar -akar kemarahanmu masih senantiasa ada, dan dengan melampiaskan kemarahanmu seperti itu, kamu sedang memperkuat akar-akar kemarahan di dalam dirimu. Buku ini mengajak kita untuk dapat menghasilkan energi perhatian penuh kesadaran ketika kita sedang marah, putus asa, dengan berlatih napas berkesadaran dan jalan berkesadaran sehingga kita dapat mengenali, merangkul, dan melegakan penderitaan akibat kemarahan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Kemarahan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Spiritualitas Buddha</topic>
 </subject>
 <classification>294.3 / HAN / a</classification>
 <identifier type="isbn">9798727541</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Ordo Karmel Indonesia Indonesian Carmelite Order Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>I14813</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">I14813-C1</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>I14813</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>36.494..jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>196675</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2012-09-06 16:11:19</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-15 08:56:26</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>