Image of Kritik Atas Pembangunanisme: Telaah Pengetahuan Sebagai Alat Penguasaan / Wolfgang Sachs (Editor)

Text

Kritik Atas Pembangunanisme: Telaah Pengetahuan Sebagai Alat Penguasaan / Wolfgang Sachs (Editor)



Buku "Kritik Atas Pembangunanisme: Telaah Pengetahuan sebagai Alat Penguasaan" (disunting oleh Wolfgang Sachs) adalah karya penting dalam studi pasca-pembangunan. Karya ini membongkar mitos bahwa "pembangunan" adalah proses alamiah menuju kesejahteraan. Sebaliknya, buku ini menganggap pembangunan sebagai proyek politik-budaya Barat yang menggunakan pengetahuan sebagai alat hegemoni.

Berikut adalah intisari dari gagasan utama buku tersebut:
1. Dekonstruksi Istilah "Pembangunan"

Akar Sejarah: Gagasan pembangunan bermula dari pidato Presiden AS Harry S. Truman pada 1949, yang membagi dunia menjadi wilayah "maju" dan "terbelakang".
Penyeragaman Budaya: Pembangunanisme secara paksa menyamakan kemajuan dengan modernisasi, industrialisasi, dan konsumerisme gaya Barat. Ini meminggirkan keragaman budaya dan sistem nilai lokal.

2. Pengetahuan sebagai Alat Penguasaan (Wacana Hegemonik)

Ilmu Pengetahuan yang Bias: Ilmu-ilmu modern seperti ekonomi dan sosiologi sering digunakan untuk melegitimasi intervensi terhadap negara-negara Dunia Ketiga.
Kekuasaan dan Subjektivitas: Mengutip gagasan Michel Foucault, pengetahuan diciptakan untuk menciptakan relasi kuasa. Istilah-istilah seperti "keterbelakangan" (underdevelopment) diciptakan agar Barat memiliki justifikasi untuk "mengatur" dan "mengintervensi".
3. Kritik terhadap Ekologi dan Sumber Daya

Kapitalisasi Alam: Pembangunanisme melihat alam sekadar sebagai stok komoditas dan modal untuk dieksploitasi, bukan sebagai sistem penopang kehidupan.
Mitos Pertumbuhan: Pengejaran pertumbuhan ekonomi (GDP) secara terus-menerus terbukti merusak lingkungan dan memperlebar ketimpangan sosial.

4. Alternatif: Pasca-Pembangunan

Otonomi Lokal: Gerakan pasca-pembangunan mendorong kemandirian komunitas lokal dalam mengelola sumber daya mereka sendiri berdasarkan kearifan lokal.
Penolakan terhadap Sentralisme: Solusi atas masalah sosial-ekonomi tidak lagi diserahkan pada birokrasi negara atau pakar asing, melainkan dikembalikan kepada inisiatif masyarakat akar rumput.


Ketersediaan

I27420-C1I27420My LibraryTersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
I27420
Penerbit CPSM : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
15,5 x 24 cm / 438 pg
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
338.9 / SAC / k
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini